Pemerintah Perlu Kaji Potensi Komoditas Porang

By Media Center 18 Des 2020, 13:59:18 WIB Berita
Pemerintah Perlu Kaji Potensi Komoditas Porang

Sukarni, pagi itu berangkat keladang sambil mengendari mobil pickup yang di sewanya. Petani asal desa Wonoanti kecamatan Tulakan itu, sedang berbunga bunga. Hari itu, bapak 2 anak yang juga berprofesi sebagai pedagang kelapa ini, hendak memanen tanaman porang yang di tanamnya 2 tahun lalu.”Alhamdulilah dapat banyak, sekitar 5 kuintal kalau di uangkan sekitar 4 juta lebih”.Ungkapnya sambil tersenyum lebar.

Dirinya mengaku beralih menanam porang karena tergiur harganya yang fantastis. Tak hanya Sukarni, petani di daerahnya juga mulai beralih menanam porang, dari sebelumnya bercocok palawija seperti ketela pohon dan jagung.Porang di yakini memiliki prospek strategis dan pangsa pasar yang menjanjikan.

Anggota komisi II DRPD Pacitan, Rudi Handoko meminta pemerintah mengkaji lebih lanjut potensi komoditas tanaman porang. Pasalnya, tanaman umbi-umbian yang tengah popular ini, menjadi komoditi yang memiliki nilai jual fantastis dan bakal menggenjot pendapatan para petani. Tanaman porang memiliki nilai strategis untuk dikembangkan, karena punya peluang yang cukup besar untuk diekspor.”Prospek tanaman porang perlu dikaji lebih dalam oleh dinas pertanian, sebab banyak petani beralih cocok tanam ke tanaman porang.”Turut anggota DPRD Dapil Tulakan-Kebonagung tersebut.

Jika hasil kajian menyebut potensi tanaman porang berpeluang besar meningkatkan iklim pertanian, Pihaknya berharap pemerintah segera mengambil peluang tersebut.Bantuan bibit tanaman porang perlu di distribusikan kepada masyrakat.Termasuk pupuk dan pendampingan intens terkait tata cara bercocok tanam, komiditas tersebut.”Petugas lapangan Dinas Pertanian harus melakukan pendampingan untuk mengatasi apa saja kendala petani porang”.Imbuhnya.

Tanaman porang saat ini menjadi komoditas yang di gandrungi petani.Cara penanamanya yang mudah dan tidak memerlukan perawatan khusus,membuat banyak petani kepincut membudidayakan porang.2 tahun setelah masa tanam, umumnya porang dapat di jual dengan harga satu kilogram mencapai 10 ribu rupiah.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment