Paripurna Pemandangan Umum Fraksi Atas Pelaksanaan APBD 2014

By Media Center 08 Jun 2015, 13:40:35 WIB Berita
Paripurna Pemandangan Umum Fraksi Atas Pelaksanaan APBD 2014

Raperda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2014 disikapi oleh fraksi-fraksi yang disampaikan dalam pemandangan umum  rapat paripurna di Gedung DPRD, Senin (8/6/2015). Lima fraksi secara berturut-turut membacakan pemandangan umum yang dibacakan oleh perwakilan, mulai dari Fraksi Partai Demokrat, Fraksi Partai Golkar, Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Gabungan Pembangunan Nasional dan Fraksi Gabungan amanat Rakyat.

Fraksi Partai Demokrat melalui juru bicaranya, mengatakan dari sisi pendapatan daerah secara keseluruhan layak diberi apresiasi karena lebih dari target yang di susun. Karena, kenaikan PAD merupakan indikator penting kemandirian fiskal. Untk itu, diharapkan, kedepan untuk lebih bisa ditingkatkan lagi. Dari sisi belanja daerah, tidak terserap sepenuhnya karena ada efisiensi yang dilakukan. Hal itu perlu juga dijelaskan dan dapat dilamsimalkan dalam APBD perubahan. Sementara dari sisi pembelanjaan, karena terdapat sisa lebih pembiayaan (silpa) harus jelas pengelolaan kedepannya.

Fraksi Partai Golkar menyoroti pengelolaan PAD yang belum tergarap maksimal. Kedepan, target harus lebih tinggi lagi khususnya untuk dinas-dinas penghasil. Untuk belanja daerah, ada pengulangan tiap tahun untuk sisa lebih anggaran (silpa). Harus dilakukan perencanaan belanja pegawai yang tepat. Untuk itu, ada beberapa pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan oleh pemerintah daerah. Diantaranya, pemerataan tenaga guru dan kesehatan, penyelesaian proyek-proyek nasional, pengembangan agropolitan dan minapolitan dan lainnya.

Sementara, Fraksi PDI Perjuangan mengatakan meskipun memperoleh opini wajar tanpa pengecualian dari BPK, itu hanyalah dari sisi administrasi anggaran, belum dari sisi politik anggaran. Peningkatan PAD sangat penting dengan optimalisasi pengelolaan asset daerah dan peningkatan etos kerja serta potensi-potensi yang ada, seperti pariwisata.

Fraksi Gabungan Pembangunan Nasional mengatakan dengan masih besarnya sisa lebih anggaran, menunjukkan melemahnya komitmen pemerintah daerah terhadap pemanfaatan dana pembangunan daerah. Oleh karena itu, harus ada penjelasan secara rinci terkait hal tersebut. Menyikapi laporan BPK, ada beberapa item yang harus segera diperbaiki dan ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah. Sementara terkait upaya meningkatkan PAD, optimalisasi pendapatan perusahaan daerah harus ditingkatkan. Dan, penyerapan anggaran tahun 2015 harus dipercepat mengingat sebentar lagi proses penyusunan PAK akan segera dilakukan.

Dan Fraksi Gabungan Amanat Rakyat dalam pemnadangan umumnya mengatakan ada beberapa hal yang perlu penjelasan dari eksekutif. Diantaranya adalah, realisasi pendapatan daerah. Terkait sisa lebih anggaran, harus ada penjelasan lebih detail karena bisa menimbulkan salah tafsir. Penempatan kas daerah yang lebih banyak di rekening deposito daripada giro juga perlu penjelasan. Yang lebih penting lagi, melalui jurubicaranya mengatakan proyek berskala nasional yang belum selesai penggarapannya harus segera diselesaikan.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment