Musrenbang RKPD 2022, Pertumbuhan Ekonomi dan Kemiskinan Jadi Isu Menonjol

By Media Center 01 Apr 2021, 08:41:12 WIB Berita
Musrenbang RKPD 2022, Pertumbuhan Ekonomi dan Kemiskinan Jadi Isu Menonjol

Gambar : Musrenbang 2022, Pertumbuhan Ekonomi dan Penanganan Kemiskinan Melalui Pengembangan Pariwisata Yang diDukung Sektor Unggulan


Pemerintah kabupaten Pacitan melaksanakan musyawarah pembangunan (Musrenbang) menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2022. Musrenbang yang digelar secara virtual di gedung Karya Darma, kamis (25/3) merupakan tahapan lanjutan terhadap rencana pembangunan Pacitan tahun depan, dimana sebelumnya didahului dengan musrenbang desa, dan musrenbang ditingkat kecamatan.

Pemulihan pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu isu strategis dalam rencana kerja tahun 2022. Diketahui, Sepanjang tahun 2020, laju pertumbuhan ekonomi Pacitan hanya sebesar 1,84 persen, atau mengalami penurunan sebesar 6,92 persen dibanding tahun sebelumnya. Kontraksi pertumbuhan ekonomi ini, merupakan dampak munculnya pandemi COVID-19. Anjloknya pertumbuhan ekonomi tahun 2020, berimbas pada peningkatan angka kemiskinan sebesar 14,54 persen atau naik 0,87 persen dibanding tahun 2019.

Ketua DPRD Pacitan dalam sambutanya, menegaskan kembali pentingnya perencanaan pembangunan yang matang dengan melibatkan semua elemen masyrakat yang disebut dengan perencanaan partisipatif. Perkembangan perencanaan partisipatif bermula dari kesadaran bahwa kinerja sebuah prakarsa sangat ditentukan oleh semua pihak yang terkait dengan prakarsa tersebut. Semua pihak yang terkait selanjutnya dikenal dengan istilah pemangku kepentingan. Pemangku kepentingan berasal dari semua aparat penyelenggara negara (eksekutif, legislatif, dan yudikatif), masyarakat, kaum rohaniwan, pemilik usaha, kelompok profesional, organisasi non-pemerintah, dan lain-lain.

Komitmen semua pemangku kepentingan adalah kunci keberhasilan program, dan diyakini bahwa besarnya komitmen ini juga bergantung kepada sejauhmana mereka terlibat dalam proses perencanaan. Maka , meski musrenbang dilaksanakan secara virtual, Ronny Wahyono berharap semua pemangku kepentingan tetap satu misi untuk bisa melahirkan sebuah perencanaan yang matang dan berkualitas.” Dalam menyusun perencanaan agar diutamakan kebersamaan, dan agar ditinggalkan kepentingan atau egosektoral antar OPD(organisasi perangkat daerah), menuju satu tujuan yaitu tercapainya visi-misi kepala daerah.”Tegas legislatior partai Demokrat tersebut.

Sebagai wakil rakyat, DPRD Pacitan juga bertanggungjawab untuk mewujudkan aspirasi masyrakat. Untuk itu, DPRD menyampaikan pokok-pokok pikiran (pokir) sebagai masukan dalam penyusunan RKPD tahun 2022. Pokir ini merupakan hasil dari serap aspirasi (reses) anggota DPRD pada akhir  tahun 2020 maupun awal tahun 2021. Pokok pikiran yang disampaikan DPRD meliputi 4 bidang. Yakni bidang pemerintahan, bidang kesejahteraan rakyat, bidang ekonomi, dan bidang pembangunan.

 Pokok Pikiran ini juga  telah masukkan dalam aplikasi sistem informasi pemerintahan daerah (SIPD).”Kami berharap, aspirasi ini bisa direalisasikan oleh pemerintah sesuai dengan kemampuan keuangan daerah”.Harapnya.

Bupati tidak menampik pandemi covid 19 memiliki dampak luar biasa dalam proses pembangunan di Kabupaten berjuluk paradise of java. Penyesuaian anggaran melalui Refocusing terpaksa dilakukan untuk penanganan covid 19. Untuk itu melalui musrenbang kali ini bupati yang selangkah lagi menyelesaikan dua periode kepemimpinanya itu minta benar benar dapat dimanfaatkan sebaik baiknya untuk kepentingan masyarakat.

“Saya percaya pemimpin yang akan datang akan lebih baik karena selain masih muda juga berpengalaman di legislatif”, katanya kembali.

Meski bidang ekonomi ada penurunan tidak halnya dengan bidang sosial. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pacitan tahun 2020 naik 1,06 persen dari tahun sebelumnya atau mencapai 68,18 persen. Empat komponen yang mendukung capaian tersebut adalah Angka Harapan Hidup (AHH) 71,94 persen, Rata Rata Lama Sekolah (RLS) 7,60 persen, Harapan Lama sekolah (HLS)12,64 tahun serta Pengeluaran Perkapita sebesar Rp. 8,5 juta.

 




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment