KUAS PPAS 2021, Banggar Dorong Pemerintah Optimalkan Pendapatan dan Hitung Cermat Kebutuhan Anggaran

By Media Center 12 Agu 2021, 18:49:34 WIB Berita
KUAS PPAS 2021, Banggar Dorong Pemerintah Optimalkan Pendapatan dan Hitung Cermat Kebutuhan Anggaran

 

Badan Anggaran (Banggar) DPRD kabupaten Pacitan memberikan sejumalah catatan penting atas pengambilan keputusan terhadap Kebijakan Umum Angaran Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUAPPAS) tahun 2022,  Selasa(10/8). Banggar mendorong pemerintah mengoptimalkan pendapatan dan menghitung cermat kebutuhan dan beban pembiayaan program tahun depan. Dalam rapat Paripurna yang digelar secara virtual bersama jajaran pimpinan dan anggota DPRD kabupaten Pacitan, bupati Pacitan serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD), forkompimda dan unsur masyarakat, disetujui asumsi pendapatan daerah tahun depan sebesar 1,785 triliun rupiah lebih.

Banggar DPRD kabupaten Pacitan memberikan sejumlah saran dan masukan kepada eksekutif. Diantaranya, pemerintah diminta untuk senantiasa optimis menggali potensi pajak daerah yang potensial, utamanya dari sisi Pendapatan Asli Daerah. Caranya dengan strategi dan sistem pemungutan berbasis elektornik. Tentu untuk mencegah timbulnya kebocoran anggaran serta bagian dari usaha mewujudkan tertib administrasi disektor PAD. Disi lain, pemerintah juga didorong untuk mengoptimalkan pendapatan transfer dari pemerintah pusat dan provinsi. Sebab, tak dipungkiri ketergantungan APBD Pacitan terhadap dana perimbangan pemerintah pusat, amat tinggi.

Banggar juga memperingatkan pemerintah daerah untuk memperhitungkan beban pembiayaan daerah. Salah satunya, beban gaji pegawai yang direkrut melalui formasi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjain Kerja (PPPK) dan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)  pada tahun 2021. Sehingga, proyeksi anggaran belanja gaji pegawai perlu ditentukan dengan tepat. Banggar juga berharap, sejumlah paket kegiatan renovasi infrastruktur yang sempat tertunda ditahun 2021, bisa terealisasi tahun depan.

Dalam kebijakan KUAPPAS tahun 2022, didapati rincian sebagai berikut; Pendapatan daerah diproyeksikan sebesar Rp.1.785.302.106.970,-. Terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp.198.117.399.650, dana transfer dari pemerintah pusat sejumlah  Rp.1.541.523.707.320, dan pendapatan lain-lain yang sah sebesar Rp.45.661.000.000.

Penandatangannan KUA PPAS yang dilakukan oleh eksekutif dan legislatif ini sebelumnya sudah melalui sejumlah tahapan. Mulai dari pembahasan di tingkat badan anggaran untuk memperoleh dukungan awal pembahasan guna mendapatkan refrensi pada pendalaman materi. Lalu, dilanjutkan dengan pembahasan di masing-masing komisi dengan OPD serta mitra kerja terkait. Tahapan selanjutnya sebelum ketok palu persetujuan KUA PPAS, adalah pembahasan di badan anggaran bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment