Kritisi Rencana Impor 1 Juta Ton Beras

By Media Center 01 Apr 2021, 09:05:34 WIB Berita
Kritisi Rencana Impor 1 Juta Ton Beras

Gambar : Bagus : Pemerintah harus memandang kebawah melihat kondisi petani yang jadi korban, jika impor masal dilakukan


Anggota Komisi II DPRD Pacitan, Bagus Surya Pratikna, menilai rencana impor beras 1 juta ton yang wacanakan pemerintah pusat merupakan kebijakan yang membebani rakyat. Ia menegaskan, impor beras besar besaran yang berbarengan dengan masa panen, akan membuat harga gabah lokal anjlok. Imbasnya, petani merugi. ”Menanam padi itu kadang modalnya besar, tapi keuntunganya tidak sebanding. Apalagi kalau harga gabah menurun, ini akan sangat membuat petani menderita”. Kata anggota DPRD Dapil Nawangan-Bandar tersebut.

Belum lagi, lanjutnya, petani di bebani dengan beragam masalah bercocok tanam. Disamping cuaca tak bersahabat dan munculnya hama tanaman, petani kerap kali kesulitan memperoleh pupuk subsidi. Meski ada alternatif pupuk kandang,namun pupuk kimia subsidi jadi kebutuhan utama, untuk menyuburkan tanaman mereka. Sayangnya, kerap kali pupuk yang didistribusikan kepada petani terlambat. “Saat ini untuk memperoleh pupuk subisidi harus mempunyai kartu tani, apakah semua petani memiliki ?”. Tanya Bagus.

Bagus berharap pemerintah pusat mengkaji kembali rencana impor beras secara masal. Pemerintah harus memandang kebawah melihat kondisi petani yang menjadi korban, jika impor tersebut  dilakukan. Apalagi sebagian besar masyrakat, menjadikan pertanian sebagai matapencaharian utama. “Saya rasa ini tidak selaras dengan program kerja pemerintah dalam rangka menyejahterakan petani”. Tegasnya.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment