Insentif Pemprov Dihentikan, Puluhan Perawat Wadul Dewan

By Media Center 06 Okt 2021, 10:20:27 WIB Berita
Insentif Pemprov Dihentikan, Puluhan Perawat Wadul Dewan

Gambar : Jajaran Komisi I & 2 serta pimpinan DPRD Pacitan menerima aspirasi perawat Ponkesdes


DPRD Pacitan- Puluhan tenaga kesehatan yang bertugas di Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes), Kamis lalu (30/9) ramai-ramai mendatangi kantor DPRD Kabupaten Pacitan. Mereka mengadukan nasip 45 perawat, yang terancam tak lagi memperoleh gaji. Musababnya, pemerintah provinsi menghentikan program pembayaran insentif bagi perawat ponkesdes pada tahun ini.

Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Pacitan Rahmadi mengatakan, pemerintah provinsi telah melayangkan surat pemberitahuan. Isinya menyatakan bahwa ponkendes berakhir Desember 2021. Dengan begitu, perawat ponkesdes tak akan lagi memperoleh insentif. Padahal, mereka sudah mengabdi selama lebih dari sepuluh tahun. ‘’Para perawat kebingungan kalau programnya dihentikan, kelanjutannya bagaimana,’’ kata Rahmadi dihadapan jajaran komisi 1 dan 2 serta pimpinan DPRD Kabupaten Pacitan.

Ketua DPRD Kabupaten Pacitan, Ronny Wahyono menilai pemerintah provinsi mustinya tak begitu saja menghentikan program insentif, tanpa ada tindak lanjut. Ia berharap ada itikad baik dari pemprov bagi nasip para perawat Ponkesdes. Agar masa depan mereka tidak kandas, karena pencabutan regulasi.” Kalau memang ada good will dari provinsi, sebenarnya provinsi bisa menyalurkan Bantuan Keuangan (BK) kepada pemerintah kabupaten, untuk selanjutnya dianggarkan bagi insentif perawat ponkesdes” Imbuhnya.  

Disamping berkordinasi dengan pemprov, DPRD bakal mendorong pemerintah daerah agar mengakomodir 45 tenaga perawat setelah program insentif dari pemprov dihentikan. Pemkab diharapkan segera memasukan rencana pemberian insentif bagi perawat ponkesdes, dalam penyusunan APBD induk 2022 ”Kita akan bicarakan dengan pak Bupati. Karena memang untuk pengaggaran tahun depan harus ada dasarnya. Seperti SK(Surat Keputusan) Bupati”  ujarnya.

Selama ini, perawat Ponkesdes tersebar di 45 desa. Mereka menerima gaji Rp 1,5 juta dari pemprov ditambah dana sharing pemkab Rp 450 ribu. Kini, masa penerimaan upah itu tak lebih dari 3 bulan lagi. Seiring dibubarkannya program kesehatan yang menaunginya. (mediacenter)

 




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment