FGab Amanat Rakyat : Diperlukan Langkah Strategis Pengelolaan Sektor Pariwisata

By Media Center 05 Agu 2015, 15:39:28 WIB Berita
FGab Amanat Rakyat : Diperlukan Langkah Strategis Pengelolaan Sektor Pariwisata

Fraksi Gabungan Amanat Rakyat dalam pemandangan umum terhadap Raperda APBD Perubahan tahun 2015 menyampaikan pandangan, saran dan pertanyaan kepada Bupati. Diantaranya, dari sisi pendapatan daerah, adalah mendorong pemerintah daerah untuk melakukan optimalisasi PAD melalui intensifikasi maupun ekstensifikasi pajak dan retribusi daerah serta peningkatan pengelolaan asset daerah. Sehingga ketimpangan antara PAD dengan dana transfer dapat diminimalisir. Proyeksi semula dari Rp 1.231.166.745.141 menjadi Rp 1.413.668.391.048,82 atau ada kenaikan sebesar Rp 182.501.645.907,82. Jika diprosentasekan ada kenaikan sebesar 14.82 persen.

“Untuk itu, Fraksi Gabungan Amanat Rakyat meminta tanggapan dan penjelasan langkah riil yang diambil pemerintah,” kata Juru Bicara Fraksi Gabungan Amanat Rakyat.

Fraksi Gabungan Amanat Rakyat juga mohon tanggapan terkait, pertama, peningkatan pendapatan dari sektor pajak dengan tidak memberatkan masyarakat. Kedua, terkait pajak bumi dan bangunan (PBB) masyarakat perlu sosialisasi besaran dan target. Ketiga, untuk retribusi, terutama di sektor pariwisata harus lebih di optimalkan. Dan, yang juga penting adalah melakukan sosialisasi mengenai manajemen badan layanan umum daerah (BLUD) RSUD Pacitan sehingga tidak terkesan bahwa APBD di dapat dari orang sakit.

Sementara, dari sisi belanja daerah, besaran Rp 1.541.444.192.752 digunakan untuk belanja langsung yang semula direncanakan sebesar Rp 935.786.180.235 mengalami kenaikan sebesar Rp 108.978.705.654 atau sebesar 11,65 persen. Sementara, untuk belanja langsung yang semula direncanakan Rp 333.836.826.072 mengalami kenaikan sebesar Rp 162.842.480.791 atau naik 48,78 persen. Mengingat waktu implementasi APBD perubahan sangat terbatas, Fraksi Gabungan Amanat Rakyat mendorong percepatan penyerapan anggaran sehingga tren pertumbuhan ekonomi dapat terjaga. Untuk belanja modal yang mengalami kenaikan, Fraksi Gabungan Amanat Rakyat memberikan apresiasi kepada pemerintah. Dengan catatan, belanja modal, khususnya untuk infrastruktur harus dengan mempertimbangkan skala prioritas dan keadilan.

Terkait penambahan belanja modal pada BLUD, Fraksi Gabungan Amanat Rakyat berpendapat harus diikuti dengan perbaikan pelayanan baik di RSUD, Puskesmas/Pustu karena banyak masyarakat yang mengeluh. Dan penambahan pada belanja barang dan jasa yang sangat signifikan tentunya harus berbanding lurus dengan peningkatan kinerja dan prestasi.






Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment