DPRD Pacitan Setujui APBD Perubahan 2015

By Media Center 18 Agu 2015, 12:58:38 WIB Berita
DPRD Pacitan Setujui APBD Perubahan 2015

Paripurna DPRD dengan agenda pembahasan Raperda tentang Perubahan APBD tahun anggaran 2015 diawali dengan laporan hasil pembahasan gabungan komisi yang di bacakan oleh Prabowo, Ketua Komisi 1 DPRD Pacitan, Selasa,18/8. “Pembahasan Raperda Perubahan APBD ini sesuai dengan penjadwalan Badang Musyawarah, pendalamannya dilakukan oleh Badan Anggaran sebagai referensi bagi fraksi dan komisi yang selanjutnya dibahas di tingkat gabungan komisi,” kata Prabowo.

Adapun ringkasan Perubahan APBD tahun anggaran 2015 adalah sebagai berikut, pertama terkait pendapatan daerah. Pendapatan daerah pada APBD 2015 adalah sebesar Rp 1.231.166.745.141 sedangkan pada anggaran perubahan APBD bertambah sebesar Rp. 182.501.645.907,82 sehingga menjadi Rp. 1.413.668.391.048,82. Dengan rincian, untuk PAD pada APBD sebesar Rp. 89.469.531.300 pada perubahan APBD ada peningkatan sebesar Rp. 13.947.552.527,82 sehingga menjadi Rp. 103.417.083.827,82. Untuk dana perimbangan, dari Rp. 833.044.603.297 pada APBD bertambah Rp. 44.853.473.285 pada perubahan APBD sehingga menjadi Rp. 877.898.076.582. Sedangkan lain-lain pendapatan yang sah, pada APBD sebesar Rp. 308.652.610.544 pada perubahan APBD bertambah sebesar Rp. 123.700.620.095 sehingga menjadi Rp. 432.353.230.639.

Kedua, terkait belanja daerah. Belanja daerah pada APBD sebesar Rp. 1.269.623.006.307 pada perubahan APBD ada peningkatan sebesar Rp. 271.821.186.445 sehingga menjadi Rp. 1.541.444.192.752 dengan rincian sebagai berikut. Belanja tidak langsung, pada APBD sebesar Rp. 935.786.180.235 berdasarkan hasil pembahasan, gabungan komisi mendorong penambahan alokasi anggaran pada pos belanja bantuan keuangan pada desa dan mendorong pengurangan belanja pegawai. Sehingga, secara umum disepakati pada anggaran perubahan APBD bertambah sebesar Rp. 108.206.130.204 sehingga menjadi Rp. 1.043.992.310.439. sedangkan belanja langsung, pada APBD sebesar Rp. 333.836.826.072 berdasarkan hasil pembahasan disepakati pada anggaran perubahan bertambah sebesar Rp. 163.615.056.241 sehingga menjadi Rp. 497.451.882.313.

Ketiga, terkait pembiayaan daerah. Dengan adanya perubahan anggaran, maka mengakibatkan perubahan defisit. Pada APBD 2015 defisit sebesar Rp. 38.456.261.166 bertambah sebesar Rp. 89.319.540.537,18 sehingga defisit menjadi Rp. 127.775.801.703,18. Defisit tersebut akan dipenuhi dari pembiayaan netto, yaitu selisih antara penerimaan dan pengeluaran pembiayaan sebesar rp. 127.775.801.703,18. Dengan rincian sebagai berikut. Untuk penerimaan pembiayaan, pada APBD sebesar Rp. 41.406.261.166 berdasarkan hasil kesepakatan pembahasan di tingkat gabungan komisi bertambah menjadi rp. 129.225.801.701,18. Sedangkan untuk pengeluaran pembiayaan, pada APBD sebesar Rp. 2.950.000.000 berkurang menjadi Rp 1. 450.000.000.

Selain perubahan perangkaan, gabungan komisi juga mencermati berbagai permasalahan yang perlu mendapat perhatian bersama di SKPD. Seperti di Dinas Pendidikan. Untuk DAK harus segera diselesaikan perencanaan teknis dan SPK sehingga pada bulan Desember mendatang dapat selesai tepat waktu. Selain itu, struktur organisasi yang tumpang tindih, salah satunya penanganan PAUD harus ada perubahan. Dan, sarana prasarana di sekolah-sekolah harus terus ditingkatkan. Untuk Dinas Kesehatan, khususnya Puskesmas, dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat, minimal ada satu dokter umum, harus ada ijin operasional, peningkatan pelayanan dan keperluan mobile untuk petugas kesehatan.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment