Bupati Sampaikan Nota Keuangan APBD Perubahan 2015

By Media Center 15 Jul 2015, 12:12:53 WIB Berita
Bupati Sampaikan Nota Keuangan APBD Perubahan 2015

Kebijakan belanja daerah pada perubahan APBD tahun anggaran 2015 mengakomodir dinamika kebutuhan masyarakat yang berkembang saat ini. Hal tersebut disampaikan Bupati Pacitan, Indartato dalam rapat paripurna DPRD dengan agenda penyampaian nota keuangan Bupati Pacitan tentang Raperda perubahan APBD tahun anggaran 2015, Rabu (15/7/2015).

Dijelaskan, pendapatan daerah pada tahun anggaran 2015 yang semula diproyeksikan sebesar Rp. 1.231.166.745.141 berubah menjadi sebesar Rp. 1.413.668.391.048,82 terdiri atas PAD semula diproyeksikan sebesar Rp. 89.469.531.300 berubah menjadi Rp. 103.417.083.827,82 atau mengalami kenaikan sebesar Rp. 13.947.552.527,82 atau naik 15,59 persen. Untuk dana perimbangan, semula diproyeksikan Rp. 833.044.603.297 berubah menjadi Rp. 877.898.076.582 atau mengalami kenaikan Rp. 44.853.473.285 atau naik 5,38 persen. Sementara, lain-lain pendapatan daerah yang sah yang semula diproyeksikan Rp. 308.652.610.544 berubah menjadi Rp. 432.353.230.639 atau mengalami kenaikan Rp. 123.700.620.095 atau naik 40,08 persen.

“Proyeksi pendapatan pada APBD perubahan ini apabila dibandingkan dengan proyeksi APBD terjadi peningkatan sebesar Rp. 182.501.645.907,82 atau 14, 82 persen,”kata Bupati Indartato.

Lebih lanjut Bupati menjelaskan perubahan anggaran tersebut untuk belanja langsung direncanakan membiayai berbagai program dan kegiatan tiap SKPD. Sedangkan untuk belnja tidak langsung utamanya untuk membiayai belanja PNS, hibah, bantuan sosial, bagi hasil kepada pemerintah desa, bantuan keuangan serta belanja tak terduga.

Dengan adanya perubahan anggaran pendapatan yang lebih kecil dari perubahan anggaran belanja daerah maka mengakibatkan defisit. Yaitu, yang semula dianggarkan sebesar minus Rp 38.456.261.166 berubah menjadi minus Rp 127.775.801.703,18 atau bertambah sebesar minus Rp 89.319.540.537,18.

“Defisit anggaran akan ditutup dari pembiayaan netto, yaitu selisih antara penerimaan pembiayaan dengan pengeluaran pembiayaan,”oungkas Indartato.



Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment