Sidak Hektaran Sawah terpapar Limbah
di duga terpapar limbah tambang perusahaan

By Media Center 20 Mar 2020, 14:44:30 WIB Berita
Sidak Hektaran Sawah terpapar Limbah

Gambar : anggota Komisi IV DPRD Pacitan meninjau air irigasi sawah yang terpapar limbah berwarna kekuningan


Aktifitas tambang milik PT.GLI di desa kluwih kecamatan tulakan, membawa dampak buruk bagi lingkungan. Hektaran lahan pertanian di desa Cokrokembang kecamatan Ngadirojo, jadi korbanya. Banyak tanaman padi yang menguning dan nyaris mati, imbas air irigasi sawah yang tercemar limbah.”Satu satunya sumber air pertanian Cokrokembang dari sungai yang tercemar itu. Jadi sangat berakibat”.Terang Gunadi, kepala desa Corkokembang saat menggelar pertemuan dengan komisi IV DPRD Pacitan di balai dusun setempat.

Pencemaran paling parah, nampak pada lahan sawah warga di dusun Kwangen. Petani enggan berbuat banyak, lantaran tidak ada sumber irigasi lain, selain memakai air sungai yang berwarna kuning keemasan itu. Di sisi lain, kerugian besar mengancam,karena banyak tanaman yang berpotensi gagal panen. Berbagai upaya yang di lakukan tak membuahkan hasil maksimal.

Jajaran komisi IV DPRD Pacitan juga turun langsung, untuk meninjau dampak paparan limbah, sekaligus mendatangi lokasi terowongan tambang di desa Kluwih. Mereka juga bertemu dengan jajaran manajemen perusahaan, untuk meminta pertanggungjawaban. Pujo setyo hadi, ketua komisi IV menyayangkan timbulnya kembali limbah tambang, yang mengancam lingkungan. Kalangan legisaltif juga mempertanyakan, sikap pemerintah daerah selama ini,” Wong yo dinas niku jawabane pun beras beres secara teori, tapi di lapangan tidak.” Kata Pujo

Rencananya, komisi IV DPRD Pacitan bakal mengajak warga, pihak perusahaan dan pemerintah daerah, untuk duduk bersama menyelesaikan persoalan tersebut. Mereka mendorong pemerintah desa untuk segera berkirim surat dan mengadu persoalan ini kepada Pemda dan DPRD pacitan. Usai surat terkirim, rapat bersama bakal segera di agendakan.”Nanti akan di pertemukan di forum resmi di lembaga. Banyak yang terlibat, termasuk dinas lingkungan hidup, dinas pertanian, pemilik tambang, semuanya harus sevisi”.Pungkas Pujo. 




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment